Tampilkan postingan dengan label berita viral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita viral. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2020

 4 Hari Usai Melahirkan, Sang Suami Paksa Berhubungan Intim, Istri Tahan Sakit Hingga Meninggal Dunia

4 Hari Usai Melahirkan, Sang Suami Paksa Berhubungan Intim, Istri Tahan Sakit Hingga Meninggal Dunia

Pada kalangan masyarakat Melayu, ada pantangan bagi perempuan 44 hari pascamelahirkan yang sudah dipraktikkan secara turun-temurun. Pasalnya, periode ini dianggap sebagai masa pemulihan fungsi kewanitaan dari semua luka serta fisik dan mental.



Pada rentang waktu ini juga, rahim juga akan mulai berkontraksi, menyusut seperti sebelum hamil.
Waktu 44 hari itu dirasa cukup untuk mengembalikan organ kewanitaan.

Suami harus bekerja sama dengan istri mereka untuk menghindari selama masa itu untuk memastikan kesehatan mereka sepenuhnya.

Namun, ada juga kasus suami yang kejam, bisa jadi karena tipikal yang kasar dan ada juga yang tidak memahami apa yang seharusnya tidak dilakukan terhadap istrinya.

Seperti apa yang dikisahkan Indah Hazrila yang diunggah di di halaman facebooknya ini.

Sulit dimengerti seorang ibu yang baru 4 hari melahirkan, terpaksa menahan sakit karena suaminya terlalu bernafsu.

Tak bisa dibayangkan, bagaimana rasa sakit yang dialami istrinya.
Yang paling menyedihkan, bayi berusia 4 hari harus masuk panti asuhan akibat kekejaman ayahnya.

Mari kita ikuti kisahnya di bawah ini.
Ini bisa Anda jadikan pelajaran dan bagikan untuk semua orang di luar sana.

Baru berusia 4 hari

Kisah ini sudah terjadi beberapa tahun lalu. Namun karena kengeriannya, aku ingin menceritakannya lagi.

Di ruang gawat darurat, kami menerima seorang pasien ibu muda. Ia baru melahirkan empat hari yang lalau.

Wajahnya biru pucat, matanya yang hitam ke atas, bibirnya kebiruan, mulutnya berbusa, tubuhnya kaku … dingin.

Sang suami berkata, istrinya tiba-tiba jatuh saat tidur. Dan istrinya juga mengalami perdarahan pada saat bersamaan.

Staf medis kami bekerja keras untuk menstabilkan kondisi ibu yang sangat kritis tersebut. Bantuan pun segera diberikan.

Pada saat yang sama, dokter melakukan pemeriksaan dasar pada pasien untuk melihat berapa banyak darah yang keluar dari kemaluan si ibu.

Begitu kainnya dibuka, ditemukan kain sudah mengering, celana dalam dipenuhi darah. Saat dokter memeriksa jahitannya, ia menemukan hal yang mengejutkan.

Episiotomi perut terbuka!

Dia terkejut bukan karena luka episiotomi terbuka karena benang itu lepas, tapi karena luka itu tampak robek-robek, dan membuat luka itu makin memburuk.

Dokter telah mengasumsikan hal yang satu itu sebagai kemungkinan penyebab ibu itu mengalami pendarahan hebat.

Dokter kembali menemui suaminya. Saat itu, si ibu diberi bantuan pernapasan langsung dari paru-paru dan sedang menerima transfusi darah dan obat-obatan lainnya karena kondisinya semakin parah.

Dokter perlahan bertanya kepada suaminya:

“Jujurlah dengan saya Apakah kamu berhubungan seks dengan istrimu?”

“Eh, bagaimana mungkin Pak dokter, istri saya habis melahirkan.” Kilahnya.

Pak, saya mohon agar jujur kepada saya. Tidak mungkin seorang istri bekerja, akan robek seperti yang saya lihat sebelumnya.

Sang suami akhirnya mengakui bahwa ia telah berhubungan dengan istrinya secara paksa. Bagian kemaluan istrinya robek karena dia telah memaksanya.

Setelah puas dengan keinginannya, ia menemukan tubuh istrinya kejang, tiba-tiba mulutnya berbuih dan dia hilang kesadaran.

“Allahuakhbar! Astagfirullah!” Tidak ada jawaban yang bisa dikatakan dokter. Hanya mampu menahan amarah dan keprihatinan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang, Dia telah mengundang sang ibu kembali ke sisiNya.

Dokter tidak bisa menyelamatkan si ibu karena kehilangan darah yang berlebihan dan kegagalan organ dalam tubuh.

Ada hikmah dalam kematian ibu ini. Tidak ada lagi trauma baginya, tidak ada lagi rasa sakit untuknya.

Tapi sayang anaknya yang masih bayi. Harapan merasakan kehangatan air susu ibu, kelembutan lengan ibu, kini sudah jadi piatu karena nafsu ayahnya sendiri.

Minggu, 22 Desember 2019

 Ternyata Nafkah Istri dan Uang Belanja Itu Berbeda, Para Suami Bacalah!

Ternyata Nafkah Istri dan Uang Belanja Itu Berbeda, Para Suami Bacalah!

Namun, tahukah kamu, ternyata nafkah istri dan uang belanja adalah dua hal yang berbeda. Uang belanja berupa uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, membayar rekening listrik dan air, dan biaya kebutuhan hidup lainnya. Sedangkan nafkah istri adalah yang khusus yang diberikan suami kepada istrinya atau uang jajan.
 
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Sudah menjadi kewajiban seorang suami yang harus memberi nafkah
 kepada istrinya berupa uang belanja dan nafkah khusus untuk istri atau uang jajan.

“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rizki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).” (HR. Muslim: 2137)Dalam hadist ini disebutkan dua nafkah yang wajib diberikan seorang suami kepada istrinya, yaitu rizki (uang belanja) dan pakaian (nafkah istri).
Namun, Islam juga tidak memberatkan kepada para lelaki untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Para suami memang wajib memberikan nafkah pada istrinya, namun tetap sesuai dengan kemampuannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS.al-Baqarah: 233)
Para istri juga harus memiliki sifat qana’ah dengan cara bersyukur untuk setiap rizki yang diberikan suaminya dan mengaturnya sebaik mungkin, seperti yang dinasehatkan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam saat Hindun binti Itbah mengadu pada Rasul tentang suaminya yang kikir. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Ambil-lah nafkah yang cukup untukmu dan anak- anakmu dengan cara yang wajar.” (HR.Bukhori:  4945)
Nah, untuk para suami, mulai sekarang sisihkan uang untuk memberi nafkah istri juga selain untuk memberi uang belanja. Untuk para istri, boleh mengingatkan suaminya untuk memenuhi kewajiban nafkah istri, namun lakukan dengan cara yang wajar dan bersyukurlah atas setiap nafkah yang diberikan suami. Insha Allah akan membawa berkah dalam kehidupan keluarga. Aamiin..

Minggu, 15 April 2018

Jasad Nabi Muhammad Pernah Akan Dicuri 2 Kali, Namun Gagal

Jasad Nabi Muhammad Pernah Akan Dicuri 2 Kali, Namun Gagal

Makam Nabi Muhammad terletak di dekat Masjid Nabawi. Banyak orang yang mendatangi makam Nabi Muhammad ini untuk sekedar berziarah atau berdoa di depan makam rasulullah saw.
Pada masa dinasti Abbassiyah, pada saat itu terjadi di baghdad beberapa penguasa Eropa yang bukan beragama islam merencanakan sesuatu yang keji. Mereka ingin mempermalukan umat islam, pada saat itu sedang berlangsung musim haji sehingga banyak umat muslim yang melaksanakan ibadah haji.
 
Penguasa Eropa ini mengutus 2 orang yang bukan beragama islam untuk menyusup diantara jemaah haji tersebut dengan menggunakan pakaian khas Maroko, mereka menyamar sebagai jemaah haji yang berasal dari Andalusia.
Penyamaran mereka ini tentu saja berhasil, tidak ada yang mengira bahwa kedua orang utusan dari penguasa Eropa tersebut merupakan penyusup. Tujuan utama kedua orang tersebut menyusup adalah mencari celah dan kesempatan untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.
Langkah mereka ini terbilang cukup nekat, terbukti dengan mereka yang memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar makam nabi Muhammad SAW. Mereka berencana untuk menggali makam Nabi Muhammad SAW agar mereka bisa mencuri jasad nabi SAW.
Mereka membuat lubang sampai dengan makam nabi Muhammad SAW, namun rencana busuk mereka berdua berhasil digagalkan oleh hamba Allah yang mendapat mimpi mengenai ancaman terhadap makam Nabi Muhammad SAW.
Hamba Allah ini tak lain adalah Sultan Nuruddin Mahmud bin zaki, beliau adalah seorang penguasa islam pada masa itu. Sultan mendapatkan petunjuk melalui mimpi bahwa ada 2 orang yang hendak berbuat sesuatu terhadap makam Nabi Muhammad SAW.
Sultan mendapatkan petunjuk ini bukan hanya sekali namun berkali-kali dalam semalam. Lalu, Sultan berangkat dari Damaskus ke Madinah dengan menggunakan perlengkapan dan harta yang banyak.
Sesampainya di Madinah, Sultan menyuruh mengumpulkan seluruh penduduk Madinah, namun Sultan tidak melihat orang yang ada di mimpinya. Setelah menyusuri lebih lanjut ternyata, 2 orang dari Maroko ini tetap berada di penginapannya.
Ketika melihat keadaan keduanya Sultan terkejut karena kedua orang tersebut sama dengan orang yang ada di mimpinya. Dengan izin Allah swt, Sultan menemukan lubang yang terdapat di penginapan tersebut dan segera memberi hukuman penggal kepada kedua orang tersebut.
Setelah itu, sultan menutup lubang tersebut dengan timah dan segera kembali untuk memimpin kerajaannya. Usaha pemindahan makam Nabi Muhammad SAW yang kedua ini dilakukan oleh al-Hakim al-‘Ubaidi namun ia mengutus Abu al-futuh untuk memindahkan makam nabi SAW di Madinah ke Mesir namun rencana ini berhasil digagalkan karena abu al-futuh ini berhasil insyaf setelah dibacakan surah at-taubah ayat 12-13 oleh masyarakat Madinah.
Namun, al-hakimal al-‘ubaidi tidak berhenti begitu saja ia kembali memerintahkan utusannya untuk memindahkan makam nabi Muhammad SAW.
Utusannya menggali makam nabi Muhammad SAW namun belum selesai utusannya menggali, secara mengejutkan rakyat Madinah dikejutkan dengan suara dan sinar yang ada di Madinah, suara itu memberitahu bahwa makam nabi Muhammad SAW sedang digali. Terkejut mendengar hal ini maka rakyat Madinah segera menangkap utusan al-Hakim al-‘Ubaidi ini dan mengagalkan rencana keji mereka.
Diantara 2 kali rencana penggalian atau pencurian jasad nabi Muhammad SAW maka dengan izin Allah SWT semua rencana tersebut berhasil digagalkan sehingga tidak ada yang bisa memindahkan atau mencuri makam nabi Muhammad SAW. Nah, itulah cerita mengenai jasad nabi Muhammad pernah akan dicuri 2 kali, Namun gagal.
 

Ad Placement